Dear My Trusted Companions,
I read about the demise of Ms. Marina Keegan, a Yale graduate who died in a tragic car accident last weekend. She penned this piece just days before she passed away:
We don’t have a word for the opposite of loneliness, but if we did, I could say that’s what I want in life. What I’m grateful and thankful to have found at Yale, and what I’m scared of losing when we wake up tomorrow and leave this place.
It’s not quite love and it’s not quite community; it’s just this feeling that there are people, an abundance of people, who are in this together. Who are on your team. When the check is paid and you stay at the table. When it’s four a.m. and no one goes to bed. That night with the guitar. That night we can’t remember. That time we did, we went, we saw, we laughed, we felt. The hats.
Yale is full of tiny circles we pull around ourselves. A cappella groups, sports teams, houses, societies, clubs. These tiny groups that make us feel loved and safe and part of something even on our loneliest nights when we stumble home to our computers — partner-less, tired, awake. We won’t have those next year. We won’t live on the same block as all our friends. We won’t have a bunch of group-texts.
This scares me. More than finding the right job or city or spouse – I’m scared of losing this web we’re in. This elusive, indefinable, opposite of loneliness. This feeling I feel right now.
But let us get one thing straight: the best years of our lives are not behind us. They’re part of us and they are set for repetition as we grow up and move to New York and away from New York and wish we did or didn’t live in New York. I plan on having parties when I’m 30. I plan on having fun when I’m old. Any notion of THE BEST years comes from clichéd “should haves...” “if I’d...” “wish I’d...”
Of course, there are things we wished we did: our readings, that boy across the hall. We’re our own hardest critics and it’s easy to let ourselves down. Sleeping too late. Procrastinating. Cutting corners. More than once I’ve looked back on my High School self and thought: how did I do that? How did I work so hard? Our private insecurities follow us and will always follow us.
But the thing is, we’re all like that. Nobody wakes up when they want to. Nobody did all of their reading (except maybe the crazy people who win the prizes…) We have these impossibly high standards and we’ll probably never live up to our perfect fantasies of our future selves. But I feel like that’s okay.
We’re so young. We’re so young. We’re twenty-two years old. We have so much time. There’s this sentiment I sometimes sense, creeping in our collective conscious as we lay alone after a party, or pack up our books when we give in and go out – that it is somehow too late. That others are somehow ahead. More accomplished, more specialized. More on the path to somehow saving the world, somehow creating or inventing or improving. That it’s too late now to BEGIN a beginning and we must settle for continuance, for commencement.
When we came to Yale, there was this sense of possibility. This immense and indefinable potential energy – and it’s easy to feel like that’s slipped away. We never had to choose and suddenly we’ve had to. Some of us have focused ourselves. Some of us know exactly what we want and are on the path to get it; already going to med school, working at the perfect NGO, doing research. To you I say both congratulations and you suck.
For most of us, however, we’re somewhat lost in this sea of liberal arts. Not quite sure what road we’re on and whether we should have taken it. If only I had majored in biology…if only I’d gotten involved in journalism as a freshman…if only I’d thought to apply for this or for that…
What we have to remember is that we can still do anything. We can change our minds. We can start over. Get a post-bac or try writing for the first time. The notion that it’s too late to do anything is comical. It’s hilarious. We’re graduating college. We’re so young. We can’t, we MUST not lose this sense of possibility because in the end, it’s all we have.
In the heart of a winter Friday night my freshman year, I was dazed and confused when I got a call from my friends to meet them at EST EST EST. Dazedly and confusedly, I began trudging to SSS, probably the point on campus farthest away. Remarkably, it wasn’t until I arrived at the door that I questioned how and why exactly my friends were partying in Yale’s administrative building. Of course, they weren’t. But it was cold and my ID somehow worked so I went inside SSS to pull out my phone. It was quiet, the old wood creaking and the snow barely visible outside the stained glass. And I sat down. And I looked up. At this giant room I was in. At this place where thousands of people had sat before me. And alone, at night, in the middle of a New Haven storm, I felt so remarkably, unbelievably safe.
We don’t have a word for the opposite of loneliness, but if we did, I’d say that’s how I feel at Yale. How I feel right now. Here. With all of you. In love, impressed, humbled, scared. And we don’t have to lose that.
We’re in this together, 2012. Let’s make something happen to this world.
How inspiring isn't? She just gave us a sense of hope, that something STILL can be done. And she's just 22 when she wrote this.
Wednesday, May 30, 2012
Monday, May 28, 2012
Kita dan Hidup
Salam petang teman-teman sekalian,
Semua dari kita pastinya mahukan yang terbaik untuk diri sendiri kan? Saya, sebagai seorang pelajar, mahu lulus dngan cemerlang dalam peperiksaan profesional saya. Seorang gadis, mahukan jejaka tampan yang soleh, yang kaya, yang terhormat sebagai bakal suaminya. Tuan Haji Zul si kontraktor, mahukan tender yang dimasukinya berjaya lantas menjadi kaya raya. Jamal si pegawai, mahukan CEOnya notice kebolehan dirinya lalu memberi kenaikan pangkat lantas menjadikannya seorang pekerja yang cemerlang dan Jamal telahpun berkira-kira tentang masa depannya, kereta barunya, rumah barunya, serta mimpi-mimpi nan indah-indah belaka.
Tapi kan, tak semua benda yang kita impikan di atas akan kita kecapi. Begitulah selalunya, tak semua yang kita nak, kita akan dapat. Itulah lumrah hidup manusia. Saya masih ingat, mengikuti sebuah drama kegemaran saya semasa masih dibangku sekolah dulu berjudul "Life goes on" yang mengisahkan kehidupan sebuah keluarga sederhana di sebuah kota besar Amerika Syarikat. Dalam satu eposid, si ayah menyantuni anak gadis remajanya yang kecewa setelah cintanya dengan seorang pemuda (rakan sekolej) berkecai. Si ayah berkata "Tidak semua perkara yang kita impi, akan kita dapat. Adakalanya tidak tidak akan dapat apa yang kita mahu". Semasa saya kecil, saya sebenarnya tidak faham dengan ayat tersebut. Semasa saya di bangku sekolah, saya fikirkan saya boleh capai apa sahaja yang saya mahu, asalkan saya berusaha keras. Dan saya merasakan skrip drama "kita kadangkala tidak akan dapat apa yang kita nak dalam hidup", begitu mengjengkelkan dan begitu mengganggu dan begitu demotivating. Namun, setelah saya menginjak dewasa, barulah saya sedar dan come to my sense akan erti ayat tersebut.
Setelah saya dewasa, saya dapati manusia punyai keterbatasan dalam kemampuannya. Kita impikan isteri solehah, tapi Tuhan punyai perancangan lain untuk kita. Ya, kita dah tapis, kita dah pilih, kita dah teliti, tapi kita still dapat isteri yang tidak sefikrah, mungkin disebabkan kelalaian diri kita atau sebab-sebab yang lain (takde kaitan dengan my wife). Tapi itulah hakikatnya. Kita manusia punyai keterbatasan. Kadang-kadang kita nak A, tapi Allah bagi B. Kadang-kadang kita nak B, tapi Allah bagi A. Dan kadang-kadang pula, kita nak A, dan ALlah memang bagi A. Ada banyak perkara yang sifat dan kebolehan manusiawi kita punyai batasan. Kita tidak mampu menelah masa hadapan. Kita tak mampu ingati peristiwa 20 tahun yang lalu. Kita tak mampu menghafaz semua peristiwa. Kita tak mampu mengawal sikap manusia lain. Kita tak mampu memaksa manusia lain. Kita tak mampu pastikan kita akan berjaya. Kita tak mampu itu, tak mampu ini. Ada banyak perkara yang berada di luar kekuasaan kita. Akhirnya saya terpaksa mengaku, Kita hanyalah manusia yang lemah.
Dan inilah sebenarnya kehidupan. Kehidupan adalah berani menerima ketentuan Allah untuk kita. Redha dan berlapang dada dengan ketentuan Allah. Kita manusia seringkali keliru terhadap apa yang kita snagka baik untuk diri kita. Kadang-kadang benda yang kita rasa baik untuk diri kita, sebenarnya benda itu adalah tidak baik untuk kita. Dan benda yang kita rasa tidak baik untuk diri kita, sebenarnya benda itulah yang sebenarnya baik untuk diri kita. Mengapa kita keliru? Kerana sememangnya sifat manusia itu terbatas. Sifat fitrah semulajadi manusia adalah terbatas. Dek kerana itulah juga kita kena senantiasa berpegang pada Allah, jangan lupa do'a, jangan lupa mengharap pada rahmatNya. Allah tidak akan meletakkan kita di tempat yang tidak baik untuk kita. Allah sentiasa mahukan yang terbaik untuk kita. Jika di mata kasar, sesuatu perkara itu tidak baik untuk diri kita, sebenarnya benda itulah yang baik untuk kita. Subhanallah. Maha suci Allah.
Semua dari kita pastinya mahukan yang terbaik untuk diri sendiri kan? Saya, sebagai seorang pelajar, mahu lulus dngan cemerlang dalam peperiksaan profesional saya. Seorang gadis, mahukan jejaka tampan yang soleh, yang kaya, yang terhormat sebagai bakal suaminya. Tuan Haji Zul si kontraktor, mahukan tender yang dimasukinya berjaya lantas menjadi kaya raya. Jamal si pegawai, mahukan CEOnya notice kebolehan dirinya lalu memberi kenaikan pangkat lantas menjadikannya seorang pekerja yang cemerlang dan Jamal telahpun berkira-kira tentang masa depannya, kereta barunya, rumah barunya, serta mimpi-mimpi nan indah-indah belaka.
Tapi kan, tak semua benda yang kita impikan di atas akan kita kecapi. Begitulah selalunya, tak semua yang kita nak, kita akan dapat. Itulah lumrah hidup manusia. Saya masih ingat, mengikuti sebuah drama kegemaran saya semasa masih dibangku sekolah dulu berjudul "Life goes on" yang mengisahkan kehidupan sebuah keluarga sederhana di sebuah kota besar Amerika Syarikat. Dalam satu eposid, si ayah menyantuni anak gadis remajanya yang kecewa setelah cintanya dengan seorang pemuda (rakan sekolej) berkecai. Si ayah berkata "Tidak semua perkara yang kita impi, akan kita dapat. Adakalanya tidak tidak akan dapat apa yang kita mahu". Semasa saya kecil, saya sebenarnya tidak faham dengan ayat tersebut. Semasa saya di bangku sekolah, saya fikirkan saya boleh capai apa sahaja yang saya mahu, asalkan saya berusaha keras. Dan saya merasakan skrip drama "kita kadangkala tidak akan dapat apa yang kita nak dalam hidup", begitu mengjengkelkan dan begitu mengganggu dan begitu demotivating. Namun, setelah saya menginjak dewasa, barulah saya sedar dan come to my sense akan erti ayat tersebut.
Setelah saya dewasa, saya dapati manusia punyai keterbatasan dalam kemampuannya. Kita impikan isteri solehah, tapi Tuhan punyai perancangan lain untuk kita. Ya, kita dah tapis, kita dah pilih, kita dah teliti, tapi kita still dapat isteri yang tidak sefikrah, mungkin disebabkan kelalaian diri kita atau sebab-sebab yang lain (takde kaitan dengan my wife). Tapi itulah hakikatnya. Kita manusia punyai keterbatasan. Kadang-kadang kita nak A, tapi Allah bagi B. Kadang-kadang kita nak B, tapi Allah bagi A. Dan kadang-kadang pula, kita nak A, dan ALlah memang bagi A. Ada banyak perkara yang sifat dan kebolehan manusiawi kita punyai batasan. Kita tidak mampu menelah masa hadapan. Kita tak mampu ingati peristiwa 20 tahun yang lalu. Kita tak mampu menghafaz semua peristiwa. Kita tak mampu mengawal sikap manusia lain. Kita tak mampu memaksa manusia lain. Kita tak mampu pastikan kita akan berjaya. Kita tak mampu itu, tak mampu ini. Ada banyak perkara yang berada di luar kekuasaan kita. Akhirnya saya terpaksa mengaku, Kita hanyalah manusia yang lemah.
Dan inilah sebenarnya kehidupan. Kehidupan adalah berani menerima ketentuan Allah untuk kita. Redha dan berlapang dada dengan ketentuan Allah. Kita manusia seringkali keliru terhadap apa yang kita snagka baik untuk diri kita. Kadang-kadang benda yang kita rasa baik untuk diri kita, sebenarnya benda itu adalah tidak baik untuk kita. Dan benda yang kita rasa tidak baik untuk diri kita, sebenarnya benda itulah yang sebenarnya baik untuk diri kita. Mengapa kita keliru? Kerana sememangnya sifat manusia itu terbatas. Sifat fitrah semulajadi manusia adalah terbatas. Dek kerana itulah juga kita kena senantiasa berpegang pada Allah, jangan lupa do'a, jangan lupa mengharap pada rahmatNya. Allah tidak akan meletakkan kita di tempat yang tidak baik untuk kita. Allah sentiasa mahukan yang terbaik untuk kita. Jika di mata kasar, sesuatu perkara itu tidak baik untuk diri kita, sebenarnya benda itulah yang baik untuk kita. Subhanallah. Maha suci Allah.
Friday, May 25, 2012
Revolusi Minda Pendokong Gerakan Islam
Saudara-saudara teman seperjuangan sekalian,
Saya termenung sendirian teringatkan kelakuan cliche seorang pendokong gerakan Islam di Malaysia. Bagaimanakah pandangan anda semua terhadap pendokong Gerakan Islam di Malaysia seperti PAS? Tentunya anda semua akan terpandang seorang anak muda yang berasal dari Tanah Merah, Kelantan, lepasan dari Akademi Islam, Universiti Malaya. Beliau berketayap setiap masa, dan terasing dari dunia realiti semasa. beliau kekok dalam mesyuarat-mesyuarat berbahasa inggeris. Pergi ke Mid Valley dengan memakai ketayap dan merasa sangat kekok sekali dipandang dan dijeling orang sekeliling. Beliau bersifat defensif, inferior, kurang jati diri, dan tiada keyakinan diri. Untuk mempertahankan dirinya, beliau menggubakan hujjah ugama untuk mengatasi sifat inferiority complex yang ada pada dirinya. Beliau kata orang itu salah, orang ini salah dan memberikan hujjah ugama untuk mempertahankan dirinya.
Saya mahu kita semua buang jauh-jauh persepsi sebegini terhadap pendokong Gerakan Islam seperti PAS. saya mahu setiap kali kita berfikir tentang pendokong PAS (atau Gerakan Islam yang lain), kita terbayangkan seorang anak muda yang berpelajaran tinggi, lepasan dari Harvard Business School, bergaji 6 angka sebulan. beliau berketerampilan, boleh sesuaikan diri dengan realiti dunia semasa. Beliau ke Mid Valley dengan begitu bergaya, bahas inggerisnya lancar dan sangat fasih malah tidak menyalahi tatabahasa inggeris seperti kebanyakan orang. Beliau menjadi pemimpin, tegas dalam hal ugama, berpengetahuan dalam bidang ugama, namun pada masa yang sama, menyantuni umat dan bersabar dengan kejahilan umat. beliau senyum, tapi senyumannya penuh dengan kesedaran bahawa umat perlu berubah.
Kebanyakan pendokong Gerakan Islam seperti PAS masih lagi dikuasai oleh perasaan ta'asub keterlaluan. mentang-mentanglah mereka membawa nama "Islam" maka mereka merasakan mereka di pihak yang benar. mereka menuduh pihak lain sebagai kafir, sebagai fasiq tanpa sedikitpun merasakan bertanggungjawab terhadap agenda dakwah. Mereka dikuasai semangat "kekitaan" keterlaluan. Mereka berpolitik secara kebudak-budakan, mencaci sana, menghina sini.
Saya impikan pendokong Gerakan Islam yang berjiwa besar, menerima perbezaan pendapat dengan hati yang terbuka, menghormati pihak yang tidak sehaluan, dan merasa bertanggungjawab terhadap umat sebagai da'ie dan pendakwah. Saya impikan pendokong Gerakan Islam yang tidak bertindak berlandaskan emosi, tapi bertindak berlandaskan ilmu dan taqwa kepada Allah. Saya impikan pendokong Gerakan islam yang berpengetahuan tinggi, bukan sahaja dalam bidang ugama, tapi juga dalam bidang ilmu keduniaan.
Kita melawan Gerakan nasionalisme kebangsaan bukan kerana kita bencikan mereka, tapi kerana kita sayangkan mereka dan mahukan mereka berubah. Kita seumpama ayah yang memukul anaknya, bukan kerana bencikan anak tersebut tapi kerana terlalu sayangkannya.Kita seumpama seorang dewasa yang sedang bersabar dengan karenah anak kecil (UMNO) yang keras kepala, meronta-ronta meminta aiskrim. Ya, kita turuti permainan mereka, tapi padamasa yang sama senyum melihat karenah kejahilan mereka terhadap ugama mereka sendiri dan berasa bertanggungjawab untuk merubah mereka. Kita adalah orang yang mulia, orang yang "enlighten", sementara mereka adalah orang-orang jahiliyyah.
Ayuh teman-teman, tingkatkan amalan, masuk ke dalam masyarakat, santuni umat dengan senyum tapi penuh berstrategi. Dalami ilmu, pelajari pelbagai bahasa (inggeris, mandarin, kantonis, jerman, french, arab), tingkatkan pendapatan. Kita nak pendokong gerakan Islam PAS yang kaya raya, kuat fizikal, bergaya, bergraduan dari Oxford Universiti, berkarisma, kedepan. Kita taknak pendokong Gerakan Islam PAS yang bergraduasi dari pondok (with all due respect), miskin, kurus keding, hanya tahu memakai serban tapi janggal bertali leher, dan terkebelakang.
Saya termenung sendirian teringatkan kelakuan cliche seorang pendokong gerakan Islam di Malaysia. Bagaimanakah pandangan anda semua terhadap pendokong Gerakan Islam di Malaysia seperti PAS? Tentunya anda semua akan terpandang seorang anak muda yang berasal dari Tanah Merah, Kelantan, lepasan dari Akademi Islam, Universiti Malaya. Beliau berketayap setiap masa, dan terasing dari dunia realiti semasa. beliau kekok dalam mesyuarat-mesyuarat berbahasa inggeris. Pergi ke Mid Valley dengan memakai ketayap dan merasa sangat kekok sekali dipandang dan dijeling orang sekeliling. Beliau bersifat defensif, inferior, kurang jati diri, dan tiada keyakinan diri. Untuk mempertahankan dirinya, beliau menggubakan hujjah ugama untuk mengatasi sifat inferiority complex yang ada pada dirinya. Beliau kata orang itu salah, orang ini salah dan memberikan hujjah ugama untuk mempertahankan dirinya.
Saya mahu kita semua buang jauh-jauh persepsi sebegini terhadap pendokong Gerakan Islam seperti PAS. saya mahu setiap kali kita berfikir tentang pendokong PAS (atau Gerakan Islam yang lain), kita terbayangkan seorang anak muda yang berpelajaran tinggi, lepasan dari Harvard Business School, bergaji 6 angka sebulan. beliau berketerampilan, boleh sesuaikan diri dengan realiti dunia semasa. Beliau ke Mid Valley dengan begitu bergaya, bahas inggerisnya lancar dan sangat fasih malah tidak menyalahi tatabahasa inggeris seperti kebanyakan orang. Beliau menjadi pemimpin, tegas dalam hal ugama, berpengetahuan dalam bidang ugama, namun pada masa yang sama, menyantuni umat dan bersabar dengan kejahilan umat. beliau senyum, tapi senyumannya penuh dengan kesedaran bahawa umat perlu berubah.
Kebanyakan pendokong Gerakan Islam seperti PAS masih lagi dikuasai oleh perasaan ta'asub keterlaluan. mentang-mentanglah mereka membawa nama "Islam" maka mereka merasakan mereka di pihak yang benar. mereka menuduh pihak lain sebagai kafir, sebagai fasiq tanpa sedikitpun merasakan bertanggungjawab terhadap agenda dakwah. Mereka dikuasai semangat "kekitaan" keterlaluan. Mereka berpolitik secara kebudak-budakan, mencaci sana, menghina sini.
Saya impikan pendokong Gerakan Islam yang berjiwa besar, menerima perbezaan pendapat dengan hati yang terbuka, menghormati pihak yang tidak sehaluan, dan merasa bertanggungjawab terhadap umat sebagai da'ie dan pendakwah. Saya impikan pendokong Gerakan Islam yang tidak bertindak berlandaskan emosi, tapi bertindak berlandaskan ilmu dan taqwa kepada Allah. Saya impikan pendokong Gerakan islam yang berpengetahuan tinggi, bukan sahaja dalam bidang ugama, tapi juga dalam bidang ilmu keduniaan.
Kita melawan Gerakan nasionalisme kebangsaan bukan kerana kita bencikan mereka, tapi kerana kita sayangkan mereka dan mahukan mereka berubah. Kita seumpama ayah yang memukul anaknya, bukan kerana bencikan anak tersebut tapi kerana terlalu sayangkannya.Kita seumpama seorang dewasa yang sedang bersabar dengan karenah anak kecil (UMNO) yang keras kepala, meronta-ronta meminta aiskrim. Ya, kita turuti permainan mereka, tapi padamasa yang sama senyum melihat karenah kejahilan mereka terhadap ugama mereka sendiri dan berasa bertanggungjawab untuk merubah mereka. Kita adalah orang yang mulia, orang yang "enlighten", sementara mereka adalah orang-orang jahiliyyah.
Ayuh teman-teman, tingkatkan amalan, masuk ke dalam masyarakat, santuni umat dengan senyum tapi penuh berstrategi. Dalami ilmu, pelajari pelbagai bahasa (inggeris, mandarin, kantonis, jerman, french, arab), tingkatkan pendapatan. Kita nak pendokong gerakan Islam PAS yang kaya raya, kuat fizikal, bergaya, bergraduan dari Oxford Universiti, berkarisma, kedepan. Kita taknak pendokong Gerakan Islam PAS yang bergraduasi dari pondok (with all due respect), miskin, kurus keding, hanya tahu memakai serban tapi janggal bertali leher, dan terkebelakang.
Sunday, May 20, 2012
Perbetulkan Niat
Teman-teman sekalian,
Baru-baru ni saya ada menaiki teksi ke tempat kerja (okay...okay, saya mengaku agak terlambat sampai ke ofis hari itu). Pemandu teksi tersebut rupa-rupanya seorang penyokong tegar PR. berdegar-degar dia cakap dengan saya. hujjah-hujjah beliau kebanykannya berkisar tentang isu ekonomi, urus tadbir kerajaan, dan keadaan sosial negara. Mendengarnya, saya menjadi risau dan takut? Kenapakah saya menjadi risau pula? Tidakkah saya sepatutnya menjadi gembira berada di samping penyokong tegar PR?
Saudara-saudara sekalian,
Saya sering menjadi risau berhadapan dengan "penyokong tegar" PAS, terutamanya dari kalangan anak muda. Mereka ini majoritinya menyokong PAS samada kerana taqlid (ikut-ikutan) atau kerana sebab yang salah. Kenapa sokong PAS? Owh...kerana sokong PAS menjadi trend di IPTA tempat saya study. Kenapa sokong PAS? Owh, kerana ayah saya kuat PAS di kampung. Kenapa sokong PAS? Kerana sokong PAS "cool", boleh berdemonstrasi menjadi hero di Dataran Merdeka. Kenapa sokong PAS? Kerana hanrga bawang naik 20 sen. Kenapa sokong PAS? Owh, kerana harga gula telah naik 5 sen. Kenapa sokong PAS? Kerana subsidi minyak dikurangkan 3 sen. Kenapa sokong PAS? Kerana kos hidup semakin meningkat. Ini bukanlah sebab utama kita menyokong PAS.
Jika kita sokong PAS kerana harga bawang naik 20 sen, apakah kita akan terus menyokong PAS setelah harga bawang diturunkan 30 sen oleh UMNO? Jika kita sokong PAS kerana hak berpolitik mahasiswa ditekan, apakah kita akan terus menyokong PAS setelah AUKU dihapuskan oleh UMNO? Jika kita sokong PAS sebab kezaliman ISA, apakah kita akan terus menyokong PAS setelah ISA dihapuskan oleh UMNO? Jika kita sokong PAS kerana harga minyak naik 3 sen, apakah kita akan terus menyokong PAS setelah harga minyak diturunkan 10 sen? Teman-teman semua, KENAPA SEBENARNYA KITA SOKONG PAS?
Sahabat-sahabat,
Kita sokong PAS bukan kerana harga bawang. Kita sokong PAS bukan kerana ISA. Kita sokong PAS bukan kerana AUKU. Kita sokong PAS bukan kerana ekonomi negara meleset.Kita sokong PAS bukan kerana ayah kita orang kuat PAS di kampung. Habis tu, kita sokong PAS kenapa? Kita sokong PAS hanya senya kerana Islam. Jika pada hari esok UMNO menurunkan harga gula dan minyak, menghapuskan ISA dan AUKU, menaikkan gaji kakitangan awam 100%, menghapuskan rasuah 100%, menjalankan tadbir urus terbaik, kita akan tetap sokong PAS. Kenapa? Kerana Islam.
Kita hanya akan menyokong UMNO jika sistem-sistem hidup Islam telah dilaksanakan sepenuhnya (atau sekurang-kurangnya ternampak usaha dan kesungguhan untuk melaksanakannya). Walaupun harga bawang naik, walaupun harga minyak naik, walaupun ekonomi meleset, kita akan terus menyokong UMNO, asalkan sistem hidup Islam mahu disaulatkan oleh UMNO, tiada masalah.
Sebab itu, syarat untuk muzakarah hanya satu, buka minda untuk menerima Islam sebagai asas pemerintahan negara. Itu sahaja syaratnya.
Baru-baru ni saya ada menaiki teksi ke tempat kerja (okay...okay, saya mengaku agak terlambat sampai ke ofis hari itu). Pemandu teksi tersebut rupa-rupanya seorang penyokong tegar PR. berdegar-degar dia cakap dengan saya. hujjah-hujjah beliau kebanykannya berkisar tentang isu ekonomi, urus tadbir kerajaan, dan keadaan sosial negara. Mendengarnya, saya menjadi risau dan takut? Kenapakah saya menjadi risau pula? Tidakkah saya sepatutnya menjadi gembira berada di samping penyokong tegar PR?
Saudara-saudara sekalian,
Saya sering menjadi risau berhadapan dengan "penyokong tegar" PAS, terutamanya dari kalangan anak muda. Mereka ini majoritinya menyokong PAS samada kerana taqlid (ikut-ikutan) atau kerana sebab yang salah. Kenapa sokong PAS? Owh...kerana sokong PAS menjadi trend di IPTA tempat saya study. Kenapa sokong PAS? Owh, kerana ayah saya kuat PAS di kampung. Kenapa sokong PAS? Kerana sokong PAS "cool", boleh berdemonstrasi menjadi hero di Dataran Merdeka. Kenapa sokong PAS? Kerana hanrga bawang naik 20 sen. Kenapa sokong PAS? Owh, kerana harga gula telah naik 5 sen. Kenapa sokong PAS? Kerana subsidi minyak dikurangkan 3 sen. Kenapa sokong PAS? Kerana kos hidup semakin meningkat. Ini bukanlah sebab utama kita menyokong PAS.
Jika kita sokong PAS kerana harga bawang naik 20 sen, apakah kita akan terus menyokong PAS setelah harga bawang diturunkan 30 sen oleh UMNO? Jika kita sokong PAS kerana hak berpolitik mahasiswa ditekan, apakah kita akan terus menyokong PAS setelah AUKU dihapuskan oleh UMNO? Jika kita sokong PAS sebab kezaliman ISA, apakah kita akan terus menyokong PAS setelah ISA dihapuskan oleh UMNO? Jika kita sokong PAS kerana harga minyak naik 3 sen, apakah kita akan terus menyokong PAS setelah harga minyak diturunkan 10 sen? Teman-teman semua, KENAPA SEBENARNYA KITA SOKONG PAS?
Sahabat-sahabat,
Kita sokong PAS bukan kerana harga bawang. Kita sokong PAS bukan kerana ISA. Kita sokong PAS bukan kerana AUKU. Kita sokong PAS bukan kerana ekonomi negara meleset.Kita sokong PAS bukan kerana ayah kita orang kuat PAS di kampung. Habis tu, kita sokong PAS kenapa? Kita sokong PAS hanya senya kerana Islam. Jika pada hari esok UMNO menurunkan harga gula dan minyak, menghapuskan ISA dan AUKU, menaikkan gaji kakitangan awam 100%, menghapuskan rasuah 100%, menjalankan tadbir urus terbaik, kita akan tetap sokong PAS. Kenapa? Kerana Islam.
Kita hanya akan menyokong UMNO jika sistem-sistem hidup Islam telah dilaksanakan sepenuhnya (atau sekurang-kurangnya ternampak usaha dan kesungguhan untuk melaksanakannya). Walaupun harga bawang naik, walaupun harga minyak naik, walaupun ekonomi meleset, kita akan terus menyokong UMNO, asalkan sistem hidup Islam mahu disaulatkan oleh UMNO, tiada masalah.
Sebab itu, syarat untuk muzakarah hanya satu, buka minda untuk menerima Islam sebagai asas pemerintahan negara. Itu sahaja syaratnya.
Saturday, May 19, 2012
Hurray Chelsea F.C 2012
It was a massive game, massive win for Chelsea F.C at Munchen's UCL final last night
Well done to the lads. They showed character, determination, and patience to pull this one away.
Well done to the lads. They showed character, determination, and patience to pull this one away.
Greece
Teman-teman yang saya kasihi,
Hari ini saya mahu bercakap tentang Negara Greece. Tidak, saya bukan mahu bercakap tentang tempat-tempat pelancongan menarik di sana. Saya juga bukan ingin bercakap tentang makanan tradisional Greece. Tapi saya mahu bercakap tentang perihal ekonomi dan politik negara tersebut sekarang.
Apa yang anda tahu tentang Greece? Greece adalah sebuah negara yang terletak di benua eropah dan menganggotai kumpulan bersatu Eropah, atau EU yang turut dianggotai oleh sebilangan negara-negara maju di benua tersebut untuk membentuk satu pasaran yang besar dengan menggunakan satu matawang dan legal framework yang sama. Indahnya kesatuan tersebut darai segi ekonomi. bayangkan, barangan dan modal boleh menyeberangi satu negara berdaulat kepada satu lagi negara berdaulat tanpa sekatan undang-undang.
Baru-baru ini, lanjutan dari krisis sub-prima di Amerika Syarikat, negara-negara Eropah turut terjejas. Antara negara yang paling teruk terjejas adalah England. Di antara negara-negara EU, terdapat beberapa negara yanag mempunyai simtom-simtom penyakit yang sama sepertimana Amerika Syarikat. Negara-negara tersebut adalah, di antaranya adalah Portugal, Sepanyol, Ireland, dan yang paling teruk, Greece. Apa yang menyebabkan negaraa-negara ini berada dalam keadaan deep shit sebegini? Kerana hutang. Kerana sifata tamak manusia yang ingin hidup melebihi kemampuan. Negara -negara ini berhutang untuk menampung kemajuan ekonomi mereka dan apabila terjadinya krisis sub-prime di Amerika Syarikat, mereka ini terdedah kepada berbilion euro kerugian apabila pelaburan beracun yang mereka laburkan hangus bgitu saja. Diberitakan, EU telah membelanjakan lebih 100 bilion euro untuk membailout Greece. Hutang Greece kini melebihi 100% dari GDPnya (!) dan unemployment bagi golongan pemuda meningkat ke paras 21% (!). bayangkan apa akan terjadi?
Negara-negara sahabat mereka dalam kumpulan EU telah bercakap untuk mengeluarkan Greece dari kumpulan EU bagi mengelakkan krisis Greece menjunamkan lagi nilai matawang euro. Namun, yang menjadi masalah adalah pengeluaran Greece dari zon EU akan mengakibatkan keadaan anggota-anggota lain di dalam zon euro menjadi lebih parah - Sepanyol, Portugal, Italy, Ireland kerana bank-bank di sana memegang banya hutang dari Greece. "Grexit" tidak akan menyelesaikan masalah. Saya dengar kini rakyat Greece telah beramai-ramai berpusu-pusu ke bank dan mesin-mesin ATM untuk mengeluarkan euro mereka dan menyimpan tunai mereka di rumah sebagai persediaan jika benar Greece ditendang keluar dari zzon euro. Kini bank di Greece semuanya kehabisan tunai. Kering. Di sini saya lihatr betapa pentinbgnya peranan bank dan institusi kewangan laiin berfiungsi sebagai "intermediaries" - orang tengah dalam memindahkan modal dari satu pihak kepada satu pihak yang lain. Bank membolehkan perniagaan ditubuhkan dan ekonomi bergerak. Sekarang, apa akan terjadi jika semua orang, pada masa yanag sama, mengeluarkana wang mereka dari bank? Bank yang kaya raya tadi akan mulfunction. Krsisi perbankan ini akan merebak kepada krisis ekonomi secara menyeluruh. Krisis Greece bermula daeri kesilapan pihak bank (dan rating agencies dan penggubal undang-undang) yang "berjudi" dengan wang para pendeposit mereka dengan membeli collateral beracun dari luar negara, i.e. Amerika Syarikat.
Apa lagi yang kita boleh ramailkan akan berlaku di Greece? Yes, tepat sekali - krisis kepimpinan. Krisis ekonomi telah menyebabkabn krisis kepimpinan. Pemimpin yang baru dilantik oleh Greece dalam pilihanraya Mei, telah meletakkan jawatan. Kini, Greece menanti pilihanraya baru, diberitakan akan dilaksanakan pada awal Jun. Penubuhan sebuah kerajaan yang bermandat amat penting bagi Greece dan bagi sleuruh warga EU untuk rundingan ekonomi diteruskan di peringkat serantau. Perkara yang amat penting bagi Greece kini bagi saya adalah a strong leader. Greece perklukan seorang pemimpin yang kuat, yang mampu membuat keputusan besar dalam masa yang sukar sebegini.
Adalah amat menarik untuk melihat perkembangan seterusnya di zon euro. Adalah Greece akan ditendang atau pemimpin-pemimpin eu yang lain akan terus mendisiplinkan sistem ekonomi Greece untuk mengekalkan Greece ke dalam zon euro?
Hari ini saya mahu bercakap tentang Negara Greece. Tidak, saya bukan mahu bercakap tentang tempat-tempat pelancongan menarik di sana. Saya juga bukan ingin bercakap tentang makanan tradisional Greece. Tapi saya mahu bercakap tentang perihal ekonomi dan politik negara tersebut sekarang.
Apa yang anda tahu tentang Greece? Greece adalah sebuah negara yang terletak di benua eropah dan menganggotai kumpulan bersatu Eropah, atau EU yang turut dianggotai oleh sebilangan negara-negara maju di benua tersebut untuk membentuk satu pasaran yang besar dengan menggunakan satu matawang dan legal framework yang sama. Indahnya kesatuan tersebut darai segi ekonomi. bayangkan, barangan dan modal boleh menyeberangi satu negara berdaulat kepada satu lagi negara berdaulat tanpa sekatan undang-undang.
Baru-baru ini, lanjutan dari krisis sub-prima di Amerika Syarikat, negara-negara Eropah turut terjejas. Antara negara yang paling teruk terjejas adalah England. Di antara negara-negara EU, terdapat beberapa negara yanag mempunyai simtom-simtom penyakit yang sama sepertimana Amerika Syarikat. Negara-negara tersebut adalah, di antaranya adalah Portugal, Sepanyol, Ireland, dan yang paling teruk, Greece. Apa yang menyebabkan negaraa-negara ini berada dalam keadaan deep shit sebegini? Kerana hutang. Kerana sifata tamak manusia yang ingin hidup melebihi kemampuan. Negara -negara ini berhutang untuk menampung kemajuan ekonomi mereka dan apabila terjadinya krisis sub-prime di Amerika Syarikat, mereka ini terdedah kepada berbilion euro kerugian apabila pelaburan beracun yang mereka laburkan hangus bgitu saja. Diberitakan, EU telah membelanjakan lebih 100 bilion euro untuk membailout Greece. Hutang Greece kini melebihi 100% dari GDPnya (!) dan unemployment bagi golongan pemuda meningkat ke paras 21% (!). bayangkan apa akan terjadi?
Negara-negara sahabat mereka dalam kumpulan EU telah bercakap untuk mengeluarkan Greece dari kumpulan EU bagi mengelakkan krisis Greece menjunamkan lagi nilai matawang euro. Namun, yang menjadi masalah adalah pengeluaran Greece dari zon EU akan mengakibatkan keadaan anggota-anggota lain di dalam zon euro menjadi lebih parah - Sepanyol, Portugal, Italy, Ireland kerana bank-bank di sana memegang banya hutang dari Greece. "Grexit" tidak akan menyelesaikan masalah. Saya dengar kini rakyat Greece telah beramai-ramai berpusu-pusu ke bank dan mesin-mesin ATM untuk mengeluarkan euro mereka dan menyimpan tunai mereka di rumah sebagai persediaan jika benar Greece ditendang keluar dari zzon euro. Kini bank di Greece semuanya kehabisan tunai. Kering. Di sini saya lihatr betapa pentinbgnya peranan bank dan institusi kewangan laiin berfiungsi sebagai "intermediaries" - orang tengah dalam memindahkan modal dari satu pihak kepada satu pihak yang lain. Bank membolehkan perniagaan ditubuhkan dan ekonomi bergerak. Sekarang, apa akan terjadi jika semua orang, pada masa yanag sama, mengeluarkana wang mereka dari bank? Bank yang kaya raya tadi akan mulfunction. Krsisi perbankan ini akan merebak kepada krisis ekonomi secara menyeluruh. Krisis Greece bermula daeri kesilapan pihak bank (dan rating agencies dan penggubal undang-undang) yang "berjudi" dengan wang para pendeposit mereka dengan membeli collateral beracun dari luar negara, i.e. Amerika Syarikat.
Apa lagi yang kita boleh ramailkan akan berlaku di Greece? Yes, tepat sekali - krisis kepimpinan. Krisis ekonomi telah menyebabkabn krisis kepimpinan. Pemimpin yang baru dilantik oleh Greece dalam pilihanraya Mei, telah meletakkan jawatan. Kini, Greece menanti pilihanraya baru, diberitakan akan dilaksanakan pada awal Jun. Penubuhan sebuah kerajaan yang bermandat amat penting bagi Greece dan bagi sleuruh warga EU untuk rundingan ekonomi diteruskan di peringkat serantau. Perkara yang amat penting bagi Greece kini bagi saya adalah a strong leader. Greece perklukan seorang pemimpin yang kuat, yang mampu membuat keputusan besar dalam masa yang sukar sebegini.
Adalah amat menarik untuk melihat perkembangan seterusnya di zon euro. Adalah Greece akan ditendang atau pemimpin-pemimpin eu yang lain akan terus mendisiplinkan sistem ekonomi Greece untuk mengekalkan Greece ke dalam zon euro?
Wednesday, May 16, 2012
Menangani Kepelbagaian Pendekatan Gerakan Islam di Malaysia
Pengikut-pengikut Blog saya yang diingati,
Di Malaysia, kita punyai banyak Gerakan Islam, alhamdulillah. Gerakan Islam di Malaysia bukan hanya PAS, tapi kita ada banyak lagi gerakan-gerakan islam yang lain. Di arena politik, kita ada PAS. Di arena tazkirah, kita ada Jamaah Tabligh. Di arena pendidikan Islam, kita ada ABIM. Di arena dakwah, kita ada PERKIM. Di arena sosial Islam, kita ada JIM. Kesemua ini adalah Gerakan Islam, iaitu sebuah gerakan yang ingin memperjuangkan sistem hidup Islam.
Dan setiap Gerakan Islam di atas mempunyai pemahaman dan kaedah mereka sendiri bagaimana Islam harus ditegakkan. PAS misalnya berpandangan, Islam yang syumul boleh ditegakkan melalui platform politik yang memungkinkan keseluruhan sistem-sistem hidup Islam dilaksanakan secara menyeluruh dengan adanya kuasa politik. Jamaah Tabligh pula berpandangan perjuangan politik tak begitu penting, yang lebih penting adalah tarbiyah kepada unit-unit kecil individu-individu muslim. Jika semua individu berjaya ditarbiyah, maka dengan sendiri seluruh negara akan tertarbiyah dan Negara Islam tertubuh dengan sendirinya. ABIM juga punyai kaedah dan pendekatannya sendiri, JIM juga begitu, PERKIM juga begitu. Masing-masing berbeza cara, kaedah, falsafah, pendekatan masing-masing.
Bagi saya, perbezaan pendekatan antara gerakan-gerakan islam bukanlah suatu isu besar. Kita semua adalah "pekerja" Islam dengan tugas masing-masing. Masing-masing perlu buat kerja masing-masing. Yang penting, kita jangan khianati rakan gerakan islam kita yang lain.
Saya nak sentuh sedikit sedikit isu berkaitan dengan perbezaan peranan antara gerakan-gerakan islam ini. Seharusnya setiap gerakan islam di atas menghormati peranan masing-masing. Contohnya begini. ABIM, sebuah Gerakan Islam bertaraf NGO dan sangat aktif dalam bidang Sistem Pendidikan Islam. Disebabkan tarafnya sebagai NGO, maka ABIM perlu mempunyai hubungan yang kuat dengan pemerintah - UMNO. Maka untuk itu, ABIM perlu mendekatkan dirinya dengan UMNO, jemput Y. Bhg. Dato' Najib rasmikan acaranya, mohon dana dari UMNO, dan sebagainya. Apabila begitu, janganlah PAS pula menuduh "Owh, ABIM ni jahat, ABIM sokong sekularisme, ABIM agensi UMNO". Jangan! Kita sesama Gerakan Islam perlu menghormati peranan masing-masing. ABIM, sebagai sebuah NGO yang mempromosi sistem pendidikan islam, dalam kerja dakwahnya mereka perlu dekat dengan pemerintah, maka PAS kena hormat. Jangan terus menuduh melulu "ABIM hamba UMNO". Begitu jugalah sebaliknya. ABIM, walaupun rapat dengan UMNO, minta bantuan kewangan dengan UMNO, tapi setiba waktu mengundi, janganlah pula memangkah UMNO pula. Memangkah UMNO seumpama meredhai ideologi nasionalisme kebangsaan yang dianuti UMNO. Oleh itu, kita perlu menghormati peranan masing-masing dan pada masa yang sama, kekal pada objektif yang sama, iaitu memartabatkan Islam.
Kesemua gerakan-gerakan islam ini adalah merupakan satu pasukan. Mereka dalam satu kapal. Matlamat mereka sama, cuma pendekatan masing-masing berbeza.
Di Malaysia, kita punyai banyak Gerakan Islam, alhamdulillah. Gerakan Islam di Malaysia bukan hanya PAS, tapi kita ada banyak lagi gerakan-gerakan islam yang lain. Di arena politik, kita ada PAS. Di arena tazkirah, kita ada Jamaah Tabligh. Di arena pendidikan Islam, kita ada ABIM. Di arena dakwah, kita ada PERKIM. Di arena sosial Islam, kita ada JIM. Kesemua ini adalah Gerakan Islam, iaitu sebuah gerakan yang ingin memperjuangkan sistem hidup Islam.
Dan setiap Gerakan Islam di atas mempunyai pemahaman dan kaedah mereka sendiri bagaimana Islam harus ditegakkan. PAS misalnya berpandangan, Islam yang syumul boleh ditegakkan melalui platform politik yang memungkinkan keseluruhan sistem-sistem hidup Islam dilaksanakan secara menyeluruh dengan adanya kuasa politik. Jamaah Tabligh pula berpandangan perjuangan politik tak begitu penting, yang lebih penting adalah tarbiyah kepada unit-unit kecil individu-individu muslim. Jika semua individu berjaya ditarbiyah, maka dengan sendiri seluruh negara akan tertarbiyah dan Negara Islam tertubuh dengan sendirinya. ABIM juga punyai kaedah dan pendekatannya sendiri, JIM juga begitu, PERKIM juga begitu. Masing-masing berbeza cara, kaedah, falsafah, pendekatan masing-masing.
Bagi saya, perbezaan pendekatan antara gerakan-gerakan islam bukanlah suatu isu besar. Kita semua adalah "pekerja" Islam dengan tugas masing-masing. Masing-masing perlu buat kerja masing-masing. Yang penting, kita jangan khianati rakan gerakan islam kita yang lain.
Saya nak sentuh sedikit sedikit isu berkaitan dengan perbezaan peranan antara gerakan-gerakan islam ini. Seharusnya setiap gerakan islam di atas menghormati peranan masing-masing. Contohnya begini. ABIM, sebuah Gerakan Islam bertaraf NGO dan sangat aktif dalam bidang Sistem Pendidikan Islam. Disebabkan tarafnya sebagai NGO, maka ABIM perlu mempunyai hubungan yang kuat dengan pemerintah - UMNO. Maka untuk itu, ABIM perlu mendekatkan dirinya dengan UMNO, jemput Y. Bhg. Dato' Najib rasmikan acaranya, mohon dana dari UMNO, dan sebagainya. Apabila begitu, janganlah PAS pula menuduh "Owh, ABIM ni jahat, ABIM sokong sekularisme, ABIM agensi UMNO". Jangan! Kita sesama Gerakan Islam perlu menghormati peranan masing-masing. ABIM, sebagai sebuah NGO yang mempromosi sistem pendidikan islam, dalam kerja dakwahnya mereka perlu dekat dengan pemerintah, maka PAS kena hormat. Jangan terus menuduh melulu "ABIM hamba UMNO". Begitu jugalah sebaliknya. ABIM, walaupun rapat dengan UMNO, minta bantuan kewangan dengan UMNO, tapi setiba waktu mengundi, janganlah pula memangkah UMNO pula. Memangkah UMNO seumpama meredhai ideologi nasionalisme kebangsaan yang dianuti UMNO. Oleh itu, kita perlu menghormati peranan masing-masing dan pada masa yang sama, kekal pada objektif yang sama, iaitu memartabatkan Islam.
Kesemua gerakan-gerakan islam ini adalah merupakan satu pasukan. Mereka dalam satu kapal. Matlamat mereka sama, cuma pendekatan masing-masing berbeza.
Subscribe to:
Comments (Atom)